eei-alex.com – Berita mengagetkan dari industri tekstil dan produk tekstil (TPT). Perusahaan tekstil di Indonesia serta Asia Tenggara PT Sri Rezeki Isman (Sritex) pada akhirnya diputus bangkrut oleh Pengadilan Niaga Kota Semarang.
Sritex ialah perusahaan yang besar sekali dan sebelumnya pernah berjaya pada tahun 1990-an. Mereka menghasilkan beragam tipe baju militer dari beragam negara.
Sri Rezeki Isman diputus bangkrut sesudah di Januari 2022 perusahaan itu digugat oleh CV Sempurna Kreasi, yang disebut debiturnya. Sempurna Kreasi ajukan penangguhan kewajiban pembayaran hutang (PKPU) dan diwujudkan oleh pengadilan.
Melihat ke belakang, Sritex dibangun pada 1966 oleh H.M Lukminto sebagai perusahaan perdagangan tradisionil di Pasar Klewer, Solo.
Perusahaan itu semakin berkembang dan Buka pabrik bikin pertama kalinya yang hasilkan kain putih dan warna di Solopada 1968. Selanjutnya tercatat dalam Kementrian Perdagangan sebagai perseroan terbatas pada 1978.
Terus lakukan pengembangan, perusahaan membangun pabrik tenun pertama di 1982 dan meluaskan pabrik dengan 4 baris produksi yakni pemintalan, penenunan, sentuhan akhir dan baju pada sebuah atap.
Masa keemasan Sritex mulai di 1994 ketika menjadi produsen seragam militer untuk NATO dan Tentara Jerman.
Kemasyhuran perusahaan garmen itu tidak stop. Bahkan juga Sritex selamat dari Kritis Moneter pada tahun 1998 dan sukses melipatgandakan perkembangannya sampai 8 kali lipat dibandingkan waktu pertama kalinya terpadu di tahun 1992.
Masuk Bursa
PT Sri Rezeki Isman Tbk dengan cara resmi tercatat sahamnya (dengan code ticker dan SRIL) pada Bursa Dampak Indonesia pada 2013.
Satu tahun selanjutnya, Iwan S. Lukminto terima penghargaan sebagai Businessman of the Year dari majalah Forbes Indonesia dan sebagai EY Entreprenuer of the Year 2014 dari Ernst dan Young.
Perusahaan sempat terima beberapa penghargaan seperti penghargaan dari Museum Rekor Indonesia sebagai Perintis dan Pelaksana Pembuatan Investor Saham Paling besar Dalam Perusahaan.
Penghargaan Intellectual Properti Rights Award 2015 dalam kelompok piala IP Enterprise dari WIPO (World Intellectual Properti Organization).
Selanjutnya dianugerahkan sebagai Hebat Performing Listed Companies in Textile and Garment Sektor di tahun 2015 dari Majalah Investor.
Sritex Bangkrut, Perusahaan Tekstil Paling besar di Asia Tenggara
Berita tidak menyenangkan tiba dari bidang manufacturing. Produsen tekstil dan produk tekstil, PT Sri Rezeki Isman (Sritex) pada akhirnya diputus bangkrut oleh Pengadilan Niaga Kota Semarang.
Keputusan bangkrut sesudah merestui permintaan satu diantara kreditur perusahaan tekstil itu yang minta penangguhan perdamaian dalam penangguhan kewajiban pembayaran hutang yang telah ada persetujuan sebelumnya.
Juru Berbicara Pengadilan Niaga Kota Semarang Haruno Patriadi di Semarang, Rabu, benarkan keputusan yang menyebabkan PT Sritex bangkrut.
Menurutnya, keputusan dalam persidangan yang dipegang Hakim Ketua Muhammad Anshar Majid itu merestui permintaan PT Indo Bharat Rayon sebagai debitur PT Sritex. “Merestui permintaan pemohon. Menggagalkan gagasan perdamaian PKPU di bulan Januari 2022,” ucapnya.
Dalam keputusan itu, katanya, dipilih kurator dan hakim pengawas. “Seterusnya kurator yang hendak atur pertemuan dengan beberapa debitur,” sambungnya.
Awalnya, di bulan Januari 2022 PT Sritex digugat oleh satu diantara debiturnya, CV Sempurna Kreasi, yang ajukan penangguhan kewajiban pembayaran hutang (PKPU).
Pengadilan Niaga Kota Semarang merestui tuntutan PKPU pada PT Sritex dan tiga perusahaan tekstil yang lain.
Bersamaan dengan berjalannya waktu, Sritex digugat lagi oleh PT Indo Bharat Rayon karena dipandang tidak penuhi kewajiban pembayaran hutang yang telah disetujui.